Sejarah Tifa
Sejarah Tifa
Sejarah tifa ini pun beragam tergantung persepsi tiap daerah masing-masing. Tetapi yang terkenal bagi masyarakat papua adalah tifa dari daerah Biak. Masyarakat pedalaman mayoritas tentunya masi erat dengan cerita-cerita mitos yang ada. Konon di suatu daerah di Biak hidup dua bersaudara laki-laki yang bernama Fraimun dan Sarenbeyar. Nama mereka pun memiliki arti yang membuat mereka sangat dekat, Fraimun yang atinya perangkat perang yang gagangnya dapat membunuh. Sedangkan Saren artinya busur sedangkan Beyar adalah tari busur yang bermakna anak panah yang terpasang pada busur.
Singkat cerita cetika mereka sedang berburu di malam hari, mereka menemukan pohon opsur. Opsur sendiri artinya adalah pohon atau kayu yang mengeluarkan suara di tengah hutan. Karena sudah malam, mereka memutuskan untuk pulang ke rumah dan kembali esok hari. Karena sangat penasaran dengan pohon tersebut mereka pun setuju untuk menebang pohon itu.
Setelah itu mereka mengeruk dan mengosongkan bagian tengah kayu sehingga menyerupai pipa dengan peralatan seadanya yaitu memakai nibong. Nibong adalah sebuah besi panjang yang ujungnya sangat tajam. Tidak lupa mereka membakar bagian tengah kayu tersebut agar lebih apik. Akhirnya mereka menguliti soa-soa dan dipakai untuk menutupi salah satu sisi kayu yang berbentuk pipa itu. Hasil yang mereka kerjakan tersebut adalah alat musik seperti yang kita kenal sekarang sebagai alat musik tifa.
Artikel di ambil dari: kunjungi web ini

This comment has been removed by the author.
ReplyDelete